Seorang pengusaha, di bidang apa saja, harus memiliki banyak cara untuk menggambarkan kesuksesan yang hendak diraihnya. Dia bisa mengganggap sukses bila dia sudah memiliki pelanggan sesuai target, prosentase net profit dari pasar yang dia harapkan tercapai, periode dia dalam menjalankan usahanya, jumlah dan kwalitas karyawan yang dia miliki sesuai perencanaannya, atau berbagai kriteria lain yang telah dicapai oleh usahanya.
Terlepas dari bidang usaha yang Anda geluti, umumnya usaha yang berhasil memiliki lima elemen penentu, yaitu:
- Perencanaan
Memang, seperti halnya dalam kehidupan sehari-hari bila kita melakukan kegiatan tanpa ada rencana yang matang, maka hasil kegiatan yang didapat adalah asal action dengan kegiatan yang dilakukan sesuai dengan apa yang muncul di pikiran sesaat akan action, walaupun sesuai dengan tujuan. Bila menemui kendala akan bingung menghadapinya, sehingga akan melakuka action lain yang menurutnya sudah sesuai, padahal belum tentu, bahkan mungkin malah mundur dari progres yang diharapkan. Disinilah perlu adanya perencanaan. Dengan perencanaan yang matang dapat terbaca kemungkinan kendala yang akan dihadapi sehingga dapat ditentukan alternatif pemecahannya agar action tetap membawa progres walau menghadapi kendala. - Menetapkan tujuan
Bersamaan dengan penyusunan perencanaan adalah menetapkan tujuan. Dengan tujuan yang jelas perencanaan dapat dibuat terarah dengan bias dibuat bila menghadapi kendala tetapi tetap dengan tujuan yang sama. - Adaptasi
Setiap usaha akan menghadapi tantangan atau kendala yang harus dihadapi. Kemampuan menghadapi atau menyelesaikan kendala ini yang menentukan sukses tidaknya usaha. Makin mudah mengikuti pasar, usaha akan lancar walau dengan persaingan yang sengit. - Inovasi
Dengan makin berat persaingan dalam usaha, diperlukan inovasi dan improvisasi yang harus terus menerus diamati dan dilakukan dalam bersaing mendapatkan pasar, sehingga pelanggan akan memilih Anda. - Memasarkan secara konstan
Pemasaran tidak hanya sekedar bagaimana menjual atau mengiklankan usaha atau hasil usaha, tetapi juga prosesnya, seperti saat Anda bicara dengan pelanggan baik berhadapan langsung atau lewat telepon, administrasi order dari pelanggan, sampai pelayanan pasca penjualan. Kontinyuitas pemasaran ini boleh jadi seperti Anda mengiklankan usaha Anda secara tidak langsung melalui pelanggan Anda, sehingga pelanggan Anda kembali lagi untuk order berikutnya atau mereferensi usaha Anda ke temannya yang membutuhkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar