Sabtu, 27 November 2010

MENUJU MANAJEMEN DIRI

Pada tahap berikutnya, setelah anda makin mahir mengidentifikasi penyebab stres, anda perlu mengetahui apa yang harus dilakukan terhadap reaksi tersebut bila anda tidak mau merasakannya atau bila anda rasa reaksi tersebut mengancam anda. Dan karena tidak semua reaksi stres adalah buruk, anda mungkin malah ingin mengetahui cara-cara untuk mengulang reaksi stres tersebut (eustres).

Langkah pertama, letakkan apa yang anda anda ke dalam perspektif dengan menjawab pertanyaan ini: “Apakah kemungkinan terburuk yang dapat terjadi pada diri saya?” Dan tulislah jawaban anda. Bila anda dapat melakukannya, cobalah memvisualisasikan kemungkinan terburuk itu di dalam pikiran anda. Cobalah menghidupkannya – entah kematian atau kelumpuhan atau kehilangan orang yang anda kasihi atau apa saja, kecuali jika itu benar-benar merupakan prospek yang terlalu mengerikan bagi anda dan anda tidak sanggup menghadapinya.

Cobalah untuk mensimulasikan situasi anda dengan hidup. Bila itu adalah kematian, cobalah menutup indera sebanyak mungkin. Bila itu adalah kehilangan orang tercinta, cobalah merasakan kesepiannya.

Pada waktu anda mengerjakan latihan tersebut, anda mungkin menangis atau merasa sedih. Jangan takut. Tetaplah tenang dan ingat anda hanya membayangkan pengalaman tersebut dengan sangat hidup. Pengalaman itu tidak riil.

Bila dalam mengerjakan latihan tersebut merasakan kesulitan, anda mungkin mengalami nyeri, tetapi nyeri itu memberi anda dasar untuk membuat perbandingan antara kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi pada diri anda dan pengalaman yang sudah anda identifikasi di dalam posting terdahulu.

Berikutnya, tempatkan situasi stres anda ke dalam perpektif dengan menanyakan pada diri anda sendiri: “Apakah ada sesuatu pada daftar saya (yang telah dibuat sesuai dengan posting sebelum ini) yang merupakan hal terburuk yang dapat terjadi pada diri saya?”

Apabila ada sesuatu terjadi, bandingkan hal itu dengan kemungkinan terburuk yang mungkin anda alami. Tak satupun yang sama mengerikannya, dan stres yang anda rasakan sebentar tadi segera pergi. Jangan kuatir. Anda tidak perlu menjalani siksaan setiap kali anda merasa stres. Salah satu caranya adalah dengan memutuskan perasaan mana yang anda ingin pertahankan dan mana yang anda ingin setidaknya kurangi. Perhatikan lagi apa yang anda sebut sebab-sebab dari stres anda – dalam langkah ketiga dari analisis yang sudah anda kerjakan – dan generalisasikan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

Pada masa lalu apa yang saya lakukan di dalam jenis situasi itu? Apa yang saya lakukan untuk menangani perasaan saya? Apa yang saya lakukan untuk mengulangi atau menghindari situasi seperti itu?

Bila anda dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, anda akan mempunyai pengertian yang lebih baik mengenai apa yang sudah anda kerjakan kali ini untuk membiarkan diri anda merasa stres – eustress dan juga distress. Anda akan melihat bagaimana anda menanggulangi, atau tidak menanggulangi situasi tersebut dan atau perasaan anda sendiri waktu itu. Di sini anda sudah dapat menguasai diri anda sendiri untuk memposisikan diri anda terhadap stres yang anda hadapi. Kemudian ajukan pertanyaan berikut:

Ketika situasi itu timbul kembali, apa yang dapat saya lakukan untuk mengulangi perasaan yang ingin saya pertahankan atau menghilangkan perasaan yang tidak saya kehendaki, atau setidaknya mengurangi dampak atau intensitasnya?

Dengan menjawab pertanyaan itu, berarti anda telah memulai merencanakan cara-cara untuk mendapatkan kendali atas diri anda dan dengan demikian juga atas stres anda. Inilah yang disebut sebagai “langkah awal anda menuju manajemen diri”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar